Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Friday, June 11

Say No to Abortion

Hi Mommy! 
I am only 3/4 of an inch long, 
But I have all my organs. 
I love the sound of your voice. 
Every time I hear it, 
I wave my arms and legs. 
The sound of your heart beat 
Is my favorite lullaby. 

Month Two. 

Mommy, 
Today I learned how to suck my thumb. 
If you could see me 
You could definitely tell that I am a baby. 
I'm not big enough to survive outside my home though. 
It is so nice and warm in here. 

Month Three. 

You know what Mommy, 
I'm a boy! 
I hope that makes you happy. 
I always want you to be happy. 
I don't like it when you cry. 
You sound so sad. 
It makes me sad too, 
And I cry with you even though 
You can't hear me. 

Month Four. 

Mommy, 
My hair is starting to grow. 
It is very short and fine 
But I will have a lot of it. 
I spend a lot of my time exercising. 
I can turn my head and curl my fingers and toes 
And stretch my arms and legs. 
I am becoming quite good at it too. 

Month Five. 

You went to the doctor today. 
Mommy, he lied to you. 
He said that I'm not a baby. 
I am a baby, Mommy, your baby. 
I think and feel. 
Mommy, what's abortion? 

Month Six. 

I can hear that doctor again. 
I don't like him. 
He seems cold and heartless. 
Something is intruding my home. 
The doctor called it a needle. 
Mommy what is it? It burns! 
Please make him stop! 
I can't get away from it! 
Mommy! Help me! 

Month Seven. 

Mommy, 
I am okay. 
I am in GOD's arms. 
He is holding me. 
He told me about abortion. 
Why didn't you want me, Mommy? 

Every abortion is just… 

One more heart that was stopped. 
Two more eyes that will never see. 
Two more hands that will never touch. 
Two more legs that will never run. 
One more mouth that will never speak.

Monday, May 31

MANFAAT SHOLAT

Tumblr_lpoit4b1i71qfc2mno1_500_large

Adalah kewajiban umat Muslim untuk Sholat. Ternyata, bukan 'hanya' sekedar kewajiban, karena banyak penelitian tentang manfaat Sholat untuk kesehatan. Dan berikutnya adalah salah satu contoh MANFAAT SHOLAT UNTUK WANITA HAMIL.

Dan SEBALIKNYA, wanita yang sedang HAID dilarang untuk melakukan Sholat. Mengapa?

Berikut penjelasannya (http://tarbawi.wordpress.com/2008/03/12/manfaat-sholat-bagi-hamil/) :

Dalam sebuah penelitian medis terkini, telah ditemukan bawa gerakan Badan dan olahraga, seprti sholat banyak bermanfaat bagi wanita hamil, sepeti halnya bahayanya sholat bagi wanita haid.

Seorang wanita yang sedang sholat, khususnya ketika sedang bersujud dan ruku’menambah peredaran darah kedalam rahim. Perlu diketahui bahwa rahim dan sel telur sama, sehingga membutuhkan banyak darah. Apalagi wanita yang sedang hamil, rahimnya memerlukan jumlah darah yang sangat banyak supaya dapat dikosumsi oleh calon bayi dan membersihkan polusi didalam peredaran darahnya. Ketika wanita hamil sedang melaksankan sholat, pada hakekatnya ia membantu meyalurkan darahnya terhadap janin didalam rahimnya.

Adapun wanita haid, seandainya sholat, ketika sedang menunaikan sholat, seolah-olah iamengalirkan darah didalam rahimnya, padahal darah itu perlu diturunkan (dibuang). Diperkirakan darah haid wanita yang mengalir kira-kira 34 Ml,andaikata wanita haid ini sholat bisa menyebabkan kerusakan pada alat didalam tubuhnya. 

Semua gerakan sholat, seperti ruku’ sujud bisa menambah kelancaran peredaran darah kedalam rahim seorang wanita, bermanfaat bagi wanita sedang hamil dan berbahaya bagi wanita haid. Sungguh sempurna syariat islam, ini salah satu dari kebesaran Allah, kenapa wanita haid dilarang melakasakan sholat.

Subhanallah....

Thursday, May 27

Puisi BJ Habibie utk almarhumah istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,calon bidadari surgaku ....

BJ.HABIBIE

Friday, May 14

PENILAIAN ORG SINGAPURA. TERHADAP INDONESIA

I got this from broadcast message.
Read this INDONESIANS!!

Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata, "Ur country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu... "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, U don't need the world."

"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia..

500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing.
Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia.
Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.

Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULES THE WORLD!!!"

Thursday, May 13

(Funny One Liners)

From twitter @funnyoneliners:
She: "I spend hours in front of the mirror admiring my beauty. Do you think that's vanity?"
He: "No. I think that's imagination."
Bixiga12_large


Friday, April 9

Office boy Istana Negara

"Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai "office boy" di Istana Negara (kantor SBY). Roy Suryo (yang kebagian tugas waktu itu) mewawancarai dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.

"Kamu diterima," katanya.

"Berikan alamat e-mailmu dan saya akan mengirim formulir utk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja."

Laki-laki itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."

"Maaf?" kata Roy Suryo. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yg tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja."

Laki-laki itu pergi dgn pikiran yang kosong. Dia tidak tahu apa yg harus dilakukan hanya dgn Rp.100.000 di dlm kantongnya. Kemudian ia memutuskan utk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah.

Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali dan pulang dgn membawa Rp.300.000 Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dgn cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk,kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.

Tiga tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia, dan diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan Swakarya. Pada sesi tanya jawab dengan wartawan, ada yg menanyakan alamat website perusahaannya.

Laki-laki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail, apalagi website"

Sang wartawan bertanya dgn penasaran, "Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!"

Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, "Ya, saya mungkin masih jadi office boy di Istana Negara!!"

Roy Suryo yang kebetulan lewat langsung menajamkan telinganya..."


sumberhttp://www.kisah.tk/

Tuesday, March 30

Berbagi Cinta

"Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya? Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materialistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari Ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.



Setiap tahun, Ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, Ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina. “Nina, apa yang anakku mau, sayang?” begitu Ayah saya membuka percakapan. “Nina mau baju baru? Sepatu baru? Tas baru? Atau apa, nak?" tambah Ayah saya. “Nggak ah, ntar om marah” jawab Nina. “Nggak sayang, om tidak akan marah” Ayah saya menimpali. “Nggak ah… ntar om marah” Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, “Ayo nak, katakan apa yang kamu minta, sayang…” “Tapi janji ya, om tidak marah” jawab Nina manja. “Om janji tidak akan marah sayang” tegas Ayah saya. “Bener om tidak akan marah?” sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah Nina menatap tajam wajah Ayah saya. Sementara Ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. “Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah?” pikir Ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan “Ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah, nak.”

Dengan terus menatap wajah Ayah saya, Nina berkata; “Bener ya om tidak marah.” Sekali lagi Ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya “Om, boleh nggak saya memanggil Ayah?” Mendengar jawaban itu, tak kuasa Ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan ” Tentu, anakku… tentu, anakku…Mulai hari ini Nina boleh memanggil Ayah, bukan om” Sambil memeluk erat Ayah saya, dengan terisak Nina berkata “Terima kasih, Ayah… terima kasih, Ayah…"

Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat Ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, Ayah saya berkata kepada Nina “Anakku, sebelum lebaran nanti Ayah akan datang lagi kemari bersama Ibu, apa yang kamu minta nak?” “Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil Ayah”sergah Nina.

“Nina masih boleh minta lagi sama Ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan Ayah kasih.” Sambil memegang tangan Ayah saya, Nina memohon “Nanti kalau Ayah datang sama Ibu ke sini, saya minta Ayah bawa foto bareng Ayah, Ibu dan kakak-kakak. Boleh khan, Ayah?”

Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; “Buat apa foto itu, nak?” Tanpa ragu Nina menjawab “Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto Ayah Nina, ini Ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.” Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan Anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia."



Thursday, February 25

Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali

cerita ini sukses buat gw menitikkan air mata.. harus dibaca sampe selesai ya guys.. =)


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ...Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?
Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab,tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

(Diterjemahkan dari "I Cried for My Brother Six Times")

sumber: kisah.tk

Tuesday, February 23

kisah nyata di Jepang


Ketika sedang merenovasi sebuah rumah ,seseorang mencoba merontokkan tembok

.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaim anak kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? ,dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seeko kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya........
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu mem perhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah . Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua
ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagum kan.


sumber: kaskus

Thursday, February 18

The Purree-fect Choice

295279_419294308085594_100000150853891_1826884_90086567_n_large




Bertemu adalah kesempatan,
mencintai adalah pilihan..
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,itu kesempatan...


Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan,
itu adalah pilihan..


Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, daripada pasanganmu, Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan...


Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi Cinta sejati yang abadi adalah Pilihan...


Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..


Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai,
TETAPI untuk...Belajar mencintai orang yang tidak sempurna,Dengan cara yang sempurna..

Thursday, January 28

Quote 6


Tumblr_m1xvf1oozk1rt3aelo1_1280_large


Find a guy who calls you beautiful instead of hot, who calls you back when you hang up on him, who will lie under the stars and listen to your heartbeat, or will stay awake just to watch you sleep... wait for the boy who kisses your forehead, who wants to show you off to the world when you are in sweats, who holds your hand in front of his friends, who thinks you' re just as pretty without makeup on. 
One who is constantly reminding you of how much he cares and how lucky he is to have YOU... 
The one who turns to his friends and says, thats her...
littlegirlemoticonlittlegirlemoticon

Tuesday, January 26

Quote 5

Mariquita_large


Love is passion, obsession, someone you can't live without.
If you don't start with that, what are you going to end up with?
Fall head over heels.
I say find someone you can love like crazy
and who'll love you the same way back.
And how do you find him?
Forget your head and listen to your heart.
I'm not hearing any heart.
Run the risk, if you get hurt, you'll come back.
Because, the truth is there is no sense living your life without this.
To make the journey and not fall deeply in love..
well, you haven't lived a life at all.
You have to try.
Because if you haven't tried, you haven't lived.


-- Meet Joe Black

Sunday, January 17

quote 3



is patient,
is kind.
It does not envy,
it does not boast
it is not proud.
It is not rude,
it is not self-seeking,
it is not easily angered,
521638_10150636217286943_605571942_9480886_146552812_n_large
it keeps no record of wrongs.
does not delight in evil,
but rejoices with the truth.
It always protects
always trusts,
always hopes,
always perseveres.
never fails.
-tuppence-

Wednesday, January 13

Quote 2

3761883615_c473985274_z_large
A bell is no bell 'til you ring it,
A song is no song 'til you sing it,
And LOVE in your heart
Wasn’t put there to stay -
Love isn’t love
'Til you give it away.

~Oscar Hammerstein, Sound of Music
"You Are Sixteen (Reprise)"


Tuesday, January 12

Quote 1


Tumblr_le2qdhvjxr1qd646ho1_500_large
One look
One smile
One tou
ch
One embrace
One kiss
One love

Two people
Two minds
Two souls
Two destinies
One road
One journey
One ending

Together.

- Melissa Higgins
-

Friday, November 13

Tatto menurut Islam..

Tumblr_lrw9d8n6bs1qzbi5do1_1280_large
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknati wanita yang menyambung rambutnya, dan yang meminta untuk disambungkan, wanita yang mentato dan meminta ditatokan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5933 dan dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma no. 5937)

Berdasarkan hadist diatas, maka jelaslah bahwasanya Allah SWT, melalui Rasulnya Muhammad SAW, telah melarang setiap muslim (orang Islam) untuk menyambung rambut, merenggangkan gigi termasuk mengikir atau memotong gigi serta membuat tato (rajah) di bagian tubuh manapun, karena perbuatan seperti ini termasuk perbuatan yang menyakiti diri sendiri, merubah apa yang Allah karuniakan kepada kita dan termasuk tidak mensyukuri apa yang Allah telah berikan dan amanahkan kepada kita.

Pendapat Al-Imam An-Nawawi
Beliau rahimahullahu mengatakan: “…Kalau mungkin dihilangkan dengan pengobatan maka wajib dihilangkan. Jika tidak memungkinkan kecuali dengan melukainya di mana dengan itu khawatir berisiko kehilangan anggota badannya, atau kehilangan manfaat dari anggota badan itu, atau sesuatu yang parah terjadi pada anggota badan yang tampak itu, maka tidak wajib menghilangkannya. Dan jikalau bertaubat ia tidak berdosa. Tapi kalau ia tidak mengkhawatirkan sesuatu yang tersebut tadi atau sejenisnya maka ia harus menghilangkannya. Dan ia dianggap bermaksiat dengan menundanya. Sama saja dalam hal ini semua, baik laki-laki maupun wanita.” (Syarh, Shahih Muslim, 14/332. Dinukil pula ucapan ini dan disetujui dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, 11/225, dan Nailul Authar, 6/228)

Pendapat Ibnu Hajar
Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan: “Membuat tato haram berdasarkan adanya laknat dalam hadits pada bab ini, … maka wajib menghilangkannya jika memungkinkan walaupun dengan melukainya. Kecuali jika takut binasa, (tertimpa) sesuatu, atau kehilangan manfaat dari anggota badannya maka boleh membiarkannya dan cukup dengan bertaubat untuk menggugurkan dosa. Dan dalam hal ini sama saja antara laki-laki dan wanita.” (Fathul Bari,10/372)
“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa`: 119)


so, these all makes me thinking more.. knp sih orang msh pd pengen ditato? cuma buat gaya2an, byar diterima dlm pergaulannya, byar gak dibilang cupu, atau gimanaa?? kalo udah termasuk dosa besar, yg bisa bikin amal ibadah kita gak diterima sama Allah, yaikss its really really not cool.. kita kan hidup gak cuma buat di dunia tp jg di akhirat.. keren di dunia gak penting.. dalam bergaul, boleh lah seluas-luasnya tp ttp berpagang teguh sama hukum agama..
NO OFFENSE! just wanna share my thoughts!
MAY GOD BLESS YOU!